TEGAL || Portaljatengnews.com – Tabir gelap peredaran obat keras ilegal di Kota Tegal perlahan mulai tersingkap. Bukan sekadar penggerebekan biasa, operasi gabungan yang menyasar tujuh warung penyedia Tramadol baru-baru ini menyisakan temuan yang menggegerkan: sebuah buku catatan yang diduga berisi daftar aliran dana kepada oknum-oknum “pelindung” bisnis haram tersebut. Sabtu (28/3/2026).
Operasi Senyap di Jantung Kota
Tim gabungan bergerak cepat merespons keresahan warga yang sudah memuncak. Tujuh titik warung yang berkamuflase sebagai toko kelontong biasa dibongkar paksa. Di lokasi, petugas menemukan ribuan butir obat keras golongan G yang dijual bebas tanpa izin edar.
Keberadaan warung-warung ini disebut-sebut menjadi biang kerok meningkatnya angka kenakalan remaja di Tegal. “Anak-anak sekolah menjadi sasaran empuk. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran izin dagang, tapi pengrusakan generasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang memantau pembongkaran.
Temuan Buku Aliran Dana: Siapa di Balik Layar?
Daya ledak utama dari operasi ini adalah ditemukannya dokumen berupa buku catatan keuangan. Dokumen ini diduga kuat mencatat rincian setoran rutin yang diberikan pemilik usaha kepada pihak-pihak tertentu agar bisnis mereka tetap berjalan mulus meskipun ilegal.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menegaskan bahwa temuan ini adalah kunci untuk memutus rantai peredaran obat ilegal hingga ke akarnya. Beliau memastikan tidak akan tinggal diam melihat adanya indikasi “main mata” antara pengusaha ilegal dengan oknum aparat atau institusi.
“Tadi kita menemukan dokumen (buku aliran dana), akan kita tindak lanjuti ke pimpinan lembaga dan institusinya agar ada teguran atau sanksi bagi yang membekingi tempat usaha yang ilegal ini,” tegas Dedy Yon dengan nada bicara yang lugas.
Langkah Strategis: Koordinasi Lintas Institusi
Langkah selanjutnya bukan hanya berhenti pada pembongkaran bangunan fisik. Pemerintah Kota Tegal bersama pimpinan instansi terkait akan melakukan audit internal dan koordinasi tingkat tinggi. Tujuannya satu: pembersihan.
Jika terbukti ada keterlibatan oknum dalam buku catatan tersebut, sanksi disiplin hingga pidana menanti. Tindakan tegas ini diharapkan memberikan efek jera (deterrent effect) bagi siapa pun yang mencoba mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat dan kerusakan mental remaja.
Himbauan bagi Warga Tegal
Aparat penegak hukum juga kembali mengimbau seluruh warga Kota Tegal untuk tidak takut melapor. Kesadaran kolektif masyarakat adalah benteng terkuat melawan mafia obat. Pemerintah berharap, dengan hilangnya tujuh titik distribusi ini, peredaran Tramadol dan obat keras lainnya di wilayah Tegal dapat ditekan secara signifikan.
Operasi ini menjadi pesan kuat bagi para mafia obat: Kota Tegal tidak menyediakan ruang bagi bisnis yang merusak masa depan.
Laporan: Bambang Amin







