Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma “Kondusif” dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekap penilaian Tes Perangkat Desa Kecamatan Adiwerna 2026.

Rekap penilaian Tes Perangkat Desa Kecamatan Adiwerna 2026.


TEGAL || Portaljatengnews.com – Arena seleksi perangkat desa di Kecamatan Adiwerna mendadak jadi sorotan tajam publik usai mencatatkan rekor tak masuk akal. Dalam Tes Penjaringan Perangkat Desa serentak yang digelar di SMA Islamiyah Adiwerna pada 31 Agustus 2026 lalu, sebanyak 19 peserta dari 5 desa dinyatakan lulus 100% tanpa ada satu pun yang gugur passing grade.

Berdasarkan rekap penilaian resmi yang ditandatangani korektor Agung Hastaman Silarto, S.Sci., fenomena ajaib ini terjadi merata di lima wilayah desa:

​Desa Gumalar: 5 pendaftar, seluruhnya lulus (BS: 84, MM: 83, AH: 77, INL: 77, FO: 71).

​Desa Kaliwadas: 2 peserta ujian, seluruhnya lulus (BBS: 85, HA: 79).

​Desa Tembok Kidul: 4 pendaftar, seluruhnya lulus (AM: 81, WANB: 78, FR: 76, ASM: 78).

​Desa Ujungrusi: 5 pendaftar, seluruhnya lulus (RI: 84, MLF: 81, NZP: 81, MAS: 77, SDM: 76).

​Desa Pagiyanten: 3 pendaftar, seluruhnya lulus (SR: 83, R: 79, RDT: 77).

Logika seleksi instansi mana pun runtuh di sini. Nilai Ujian Berbasis Komputer (CBT) para peserta melonjak tajam, berada di rentang 80 hingga 94, yang memicu kecurigaan kuat di tengah warga bahwa kunci soal ujian telah bocor sebelum tes dimulai.

Baca Juga :  Diduga Ada Konflik Kepentingan, Pemdes Plumbungan Tegal Hentikan Kerjasama dengan UD Milik Anak Pendamping Desa

Manipulasi Terselubung di Pagiyanten: Bobot Subjektif Kades Pukul Jatuh Pesaing

Skandal ini makin meruncing di Desa Pagiyanten. Peserta berinisial SR keluar sebagai pemenang dengan nilai akhir 83. Pada ujian CBT, nilai SR (92) hanya beda tipis dari pesaing terdekatnya, R (88). Namun, SR mendadak mendapatkan “karpet merah” pada tahap wawancara Kepala Desa dengan raihan nilai fantastis 95 tertinggi se-Pagiyanten.

​Dengan bobot wawancara Kades sebesar 10%, angka tersebut otomatis mengunci kemenangan SR. Belakangan terungkap, SR disinyalir memiliki hubungan kekerabatan dengan Kepala Desa Pagiyanten, Nofal. Saat dikonfirmasi, Kades Nofal berdalih menggunakan dana talangan pribadi sebesar Rp20 juta dan mengklaim kemenangan SR didasari atas faktor “pengabdian” selama tiga tahun

Sikap defensif turut ditunjukkan Camat Adiwerna, Wuryanto. Saat dikonfirmasi di kantornya, ia terkesan berlepas tangan atas kejanggalan yang terjadi.

​”Itu semua urusan desa masing-masing. Pihak kecamatan hanya selaku pengawasan dan menjadi narasumber saja (wawancara),” ujar Wuryanto.

Pernyataan tersebut dinilai janggal. Faktanya, wawancara pihak kecamatan memegang bobot 10% yang ikut menentukan nasib peserta. Di Pagiyanten, Camat Wuryanto sendiri memberi nilai 45 untuk SR, sementara dua pesaing lainnya hanya diganjar nilai 42,5.

Baca Juga :  Polres Tegal Berhasil Menangkap Pelaku Pengedar Narkotika Jenis Shabu

Kejanggalan Anggaran dan Pengakuan Pihak Sekolah

Agung Hastaman Silarto, selaku korektor dari SMK Islamiyah Adiwerna.

Di tengah polemik kelulusan massal ini, aspek transparansi finansial turut menuai tanda tanya besar. Informasi awal menyebutkan bahwa setiap desa menyetorkan biaya seleksi sebesar Rp5 juta ke pihak SMK Islamiyah Adiwerna.

Namun, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media kepada pihak SMK Islamiyah Adiwerna, Agung Hastaman Silarto selaku korektor memberikan klarifikasi mengejutkan. Ia menyebutkan bahwa nominal Rp5 juta tersebut merupakan total akumulasi keseluruhan untuk seluruh desa yang menyelenggarakan tes di tempat tersebut, bukan angka pungutan per desa seperti yang diisukan. Kendati demikian, perbedaan narasi ini tetap menuntut audit terbuka agar tidak menjadi polempik liar di tengah masyarakat.

Fenomena “lulus berjamaah” ini kini memicu gelombang protes warga. Publik mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tegal untuk turun tangan membongkar transkrip soal CBT serta membuka rekaman wawancara secara transparan. Jika seluruh peserta dipastikan lulus tanpa ada yang tersaring, seleksi serentak ini tak ubahnya sekadar formalitas berselimut sandiwara.

Laporan: Bambang Amin

Berita Terkait

Sandiwara Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna: Diatur Penguasa atau Murni Kompetisi?
Proyek Revitalisasi SMPN 3 Adiwerna Rp739 Juta Abaikan K3, Petugas Keamanan Justru Batasi Jurnalis
LPK Nakula Kesatria di Tegal Tutup Misterius, Ratusan Juta Uang Korban Lenyap
Pungut Puluhan Juta Tanpa Pelatihan, LPK Nakula Kesatria Indonesia Tegal Kini ‘Menghilang’ dan Tutup
Hak KPM di Bukateja Tegal Dipangkas, Diduga Demi Akomodasi Warga Miskin Non Data
975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat
PT Restu Karya Bersama Fasilitasi Calon ABK di Rumah Singgah
Warga dan Kades Sepakat: Pembangunan Menara Seluler Dinilai Ilegal

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:49 WIB

Lulus 100 Persen Tanpa Celah, Aroma “Kondusif” dan Kebocoran Soal Warnai Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna

Selasa, 15 September 2026 - 12:10 WIB

Sandiwara Penjaringan Perangkat Desa di Adiwerna: Diatur Penguasa atau Murni Kompetisi?

Senin, 14 September 2026 - 15:23 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 3 Adiwerna Rp739 Juta Abaikan K3, Petugas Keamanan Justru Batasi Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:43 WIB

LPK Nakula Kesatria di Tegal Tutup Misterius, Ratusan Juta Uang Korban Lenyap

Senin, 13 Juli 2026 - 13:37 WIB

Pungut Puluhan Juta Tanpa Pelatihan, LPK Nakula Kesatria Indonesia Tegal Kini ‘Menghilang’ dan Tutup

Berita Terbaru

Boyolali

Perhutani bersama masyarakat Percepat Kegiatan Tebangan E

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:26 WIB