GROBOGAN || Portaljatengnews.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbangcam) Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan berlangsung meriah di Balai Pendopo Kecamatan Gubug pada Selasa (10/2/2026).
Acara tahunan itu tidak hanya menjadi ajang perencanaan, tetapi juga menghadirkan sentuhan budaya dan ekonomi lokal yang menarik perhatian seluruh peserta.
Acara dihadiri oleh lima anggota DPRD Grobogan, serta Forkompimcam Gubug yang terdiri dari Camat Gubug, Kapolsek Gubug, Koramil Gubug, seluruh Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Gubug, serta berbagai lembaga desa terkait.
Pembukaan acara diwarnai dua tarian Jawa khas, di antaranya Tari Gambyong yang memukau para hadirin. Tepukan dan tepuk tangan meriah menggema di ruangan pendopo saat penari menampilkan gerakan yang anggun dan penuh makna.
Selain hiburan budaya, berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 21 desa se-Kecamatan Gubug juga turut meramaikan acara dengan menyajikan beragam olahan makanan ringan dan tradisional.
Ketua Panitia Musrenbangcam sekaligus Sekretaris Camat Gubug Wahyuningrum membuka acara dengan sambutan, diikuti oleh Camat Gubug Bambang Supriyadi, S.Sos yang mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta, terutama anggota DPRD Grobogan dari Dapil Gubug.
Sementara itu, sambutan Bupati Grobogan Setyo Hadi yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Mochamad Fachrudin, SH, mengangkat tema pembangunan Kabupaten Grobogan yaitu “Penguatan Perekonomian Daerah Yang Inklusif, SDM Yang Berkualitas Dan Pelayanan Publik Yang Modern”. Sedangkan untuk tingkat kecamatan, tema yang diusung adalah “Penguatan Ekonomi Inklusif Berbasis SDM Berkualitas Dan Transformasi Pelayanan Publik Modern”.
“Mengingat tahun 2026 ini banyak anggaran yang mengalami refocusing atau pemotongan dari pusat, namun demikian kami meminta agar seluruh rencana pembangunan tetap dilaksanakan dengan memprioritaskan program-program yang paling penting,” jelas Fachrudin.
Setelah sesi sambutan, Musrenbangcam Gubug dilanjutkan dengan diskusi publik berdasarkan bidang pembangunan yang telah ditentukan. (red)
Editor : Heri







